Undang Undang Desa, Kemiskinan, Dana Desa, Pendamping Desa, BUMDes, Pemerintahan Desa, Sistem Informasi Desa, Kesejahteraan, Gerakan Desa SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

PENDAMPING DESA DAN TKSK BANGUN SINERGITAS PENANGGULANGAN KEMISKINAN

SAPA INDONESIA - TENAGA Ahli Pembangunan Partisipatif (TA PP) dan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TA PMD) Pendamping Desa serta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dari Kabupaten Semarang, Kendal, Demak, Grobogan, Kudus, Jepara, Pati, Blora, Rembang, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen dan Karanganyar, ikuti Rapat Koordinasi Sinergitas dalam upaya Penanggulangan Kemiskinan Jawa Tengah, di Hotel Home Kudus, Selasa (21/8/2018).

Nadi Santoso dari Dispermadesdukcapil Jateng, menjelaskan bahwa, isu kemiskinan menjadi perbincangan, dan kemiskinan di Desa masih tinggi, disisi lain Dana Desa sudah di kucurkan sejak tahun 2015.

"Strategi pengentasan kemiskinan sudah dilakukan, pendamping desa mengkawal implementasi UU Desa dan proses pemberdayaan masyarakat dan struktural pemerintahan desa, sedangkan TKSK lebih menitik beratkan pada sektor basis. Untuk membantu desa, semestinya Pendamping Desa dan TKSK bisa bertemu dalam forum-forum Musyawarah Desa. Karena dalam Musdeslah salah satu forum tertinggi mengambil keputusan di Desa," papar Nadi Santoso.

Dikatakan, baik pendamping desa maupun TKSK, jangan terjebak dalam laporan administratif ( Laporan Data-red). Saran Nadi, lakukanlah perubahan di Desa, dan membangun jejaring serta memperkuat diri. Ia pun menyadari koordinasi dan singkronisasi mudah di ucapkan, tapi sulit di wujudkan.

Sementara itu Adhi Hadi Prakoso dari Dinas Sosial Jateng menjelaskan, TKSK merupakan relawan yang berada di Dinas Sosial, namun sesungguhnya yang dilakukannya secara profesional. Rekruitmen dan pelatihan juga secara profesional. Sesuai Permensos RI No 24 tahun 2013 tentang Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan.

Dikatakan Adhi, peran pokok TKSK antara lain ; melakukan pemetaan sosial berupa data PMKS/PSKS. Kedua, melakukan dan atau membantu penyelenggaran kesejahteraan sosial (pendampingan sosial) di wilayah Kecamatan. Ketiga, melaksanakan koordinasi dan sinergitas penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Keempat melakukan penyuluhan dan bimbingan sosial serta mengembangkan partisipasi sosial masyarakat dan jejaring kerja.

Sedangkan peran tambahannya pertama, pendampingan program Raskin. Kedua pendampingan program simpanan keluarga sejahtera dan ketiga, verifikasi data untuk input program kartu indonesia sehat (KIS), kartu indonesia pintas (KIP) dan program kartu keluarga sejahtera (KKS).

Saran Adhi, sinergitas TKSK dan Pendamping Desa, bisa dilakukan dalam verifikasi Validasi. " Penggunaan basis data terpadu untuk semua program penangguangan kemiskinan. Data kemiskinan harus menjadi rujukan penanggulangan kemiskinan," tegasnya.

Sementara itu Dosen UNDIP Semarang, Idris dalam paparannya yang bertajuk " Sinergitas peran TKSK dan Pendamping Desa dalam upaya penaggulangan kemiskinan di Jateng" mengupas peran TKSK dan Pendamping Desa.

Serta mensosialisasikan keberhasilan TKSK dalam pendampingan masyarakat miskin. Melalui usaha pelatihan membatik, pemberdayaan Kelompok Usaha Bersama (KUBE), memberi permodalan usaha koperasi sejahtera mandiri, pendampingan administrasi bagi usaha baru, pendampingan PMKS, dan lain-lain.

Acara yang di moderatori oleh M Chasin Bisri ( Kabid Pemdes DPMD Kudus) itu berjalan cukup gayeng, banyak pertanyaan yang muncul baik dari TA Pendamping Desa maupun dari perwakilan TKSK.

Koordinas Lintas Program

Terpisah, para pelaku pemberdayaan masyarakat lintas program di Kabupaten Kudus, diantaranya Pamsimas, Kotaku, P3MD, PKH, TKSK, STBM, dan PLKB, lakukan koordinasi di Aula Dinas Sosial Kudus, Kamis (9/8/2018).

Tampak hadir Kepala Dinas Sosial Ludful Hakim, Sekretaris Dinas PMD Arief Budi Siswanto dan Kabid Permas DPMD Saparni. Masing-masing perwakilan program, menyampaikan sosialisasi dan visi misi program.

M Ali Khomsin TA PSD Kudus, kepada JamuDesa.Commenjelaskan, kegiatan ini diharapkan menjadi ajang silaturahmi pelaku pemberdayaan sekaligus forum diskusi bersama. " Pelaku pemberdayaan kerap bertemu di masyarakat, alangkah eloknya kalau kita-kita ini saling kenal dan berupaya memahami program satu sama lain, sehingga terjadi sinergitas," katanya.

Tak jauh berbeda, Khabib dari PKH berharap, koordinasi lintas program di Kudus perlu dilakukan secara reguler.

Sumber: jamudesa dot wordpress dot com

Terpopuler

Terbaru

KEMISKINAN & DIGITALISASI LAYANAN PUBLIK BISA PAKAI DANA KELURAHAN

KEMISKINAN & DIGITALISASI LAYANAN PUBLIK BISA PAKAI DANA KELURAHAN

PERBAIKAN angka kemiskinan dan digitalisasi pelayanan publik...
BOYOLALI: PENURUNAN ANGKA KEMISKINAN LEMAH

BOYOLALI: PENURUNAN ANGKA KEMISKINAN LEMAH

PENURUNAN jumlah penduduk miskin tahun lalu terbilang rendah....
PENURUNAN ANGKA KEMISKINAN MASIH DIBAWAH TARGET

PENURUNAN ANGKA KEMISKINAN MASIH DIBAWAH TARGET

MENURUNNYA angka kemiskinan dari 13,81 persen pada tahun 2017...
FOKUS PENGENTASAN KEMISKINAN DI 27 DESA

FOKUS PENGENTASAN KEMISKINAN DI 27 DESA

BUPATI Buleleng, Putu Agus Suradnyana kembali mengingatkan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook