Undang Undang Desa, Kemiskinan, Dana Desa, Pendamping Desa, BUMDes, Pemerintahan Desa, Sistem Informasi Desa, Kesejahteraan, Gerakan Desa SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

BAGAIMANA KEWENANGAN TIGA KEMENTERIAN ATUR DANA DESA?

SAPA INDONESIA - ALOKASI dana desa dalam APBN terus mengalami peningkatan sejak tahun 2015 lalu. Tahun 2015 alokasi dana desa dalam APBN sebesar Rp 20,7 triliun. Tahun 2016 meningkat menjadi 46,9 triliun dan tahun 2017 dan 2018 menjadi Rp 60 triliun.

Pada tahun 2019 alokasi dana desa dalam APBN akan meningkat lagi menjadi sekitar Rp 85 triliun. Tahun 2015 satu desa mendapat alokasi dana desa sekitar Rp 280 juta setahun.

Total jumlah desa di Indonesia sebanyak 74.754 desa. Tahun berikutnya masing-masing mendapat 643,6 juta dan tahun 2017 mendapat Rp 800,4 juta.

Program dana desa diatur oleh tiga kementerian dengan lingkup dan wewenang yang berbeda. Ketiganya adalah Kemnterian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa, Pemberdayaan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT).

Sesuai dengan UU No. 6 Tahun 2014, Kementerian Keuangan berwenang menetapkan besaran anggaran dana desa dalam APBN sesuai dengan kemampuan keuangan negara. Kementerian inilah yang menetapkan rincian dana desa setiap kabupaten/kota melalui sebuah Perpres dan kemudian menyalurkannya.

Kementerian Dalam Negeri berwenang dalam memfasilitasi regulasi dan pelaksanaan penyaluran dana desa di Kabupaten/Kota. Kementerian ini berperan melakukan penguatan terhadap kapasitas aparat desa, termasuk memfasilitasi pengelolaan keuangan desa agar tepat sasaran dan sesuai tujuan undang-undang.

Sementara Kemendesa PDTT bertugas menetapkan pedoman umum dan prioritas penggunaan dana desa. Kementerian inilah yang memiliki wewenang untuk melakukan pendampingan implementasi dana desa di desa.

Karenanya, tugas kementerian tersebut untuk meningkatkan kapasitas pendampingan agar kualitas sumber daya manusia di aparatur desa bisa berkembang secara maksimal.

Hingga saat ini realisasi dan pemanfaatan terbesar dana desa masih untuk pemenuhan kebutuhan dasar desa, misalnya jalan, jembatan, irigasi, embung. Hal ini menggambarkan infrastruktur desa masih sangat minim.

Selebihnya untuk pembangunan sarana dan prasarana desa, pengembangan potensi ekonomi lokal.

Di sejumlah desa yang sudah berkembang, dana desa sudah dimanfaatkan untuk pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat adat dan penyelenggaraan pemerintah desa.

Sumber: sinarharapan dot net

Terpopuler

Terbaru

ANGGARAN PKH NAIK HAMPIR 100%, MENSOS YAKIN ANGKA KEMISKINAN BAKAL TURUN

ANGGARAN PKH NAIK HAMPIR 100%, MENSOS YAKIN ANGKA KEMISKINAN BAKAL TURUN

SAPA INDONESIA - MENTERI Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita...
MASIH ADA 14.000 DESA TERTINGGAL DI RI

MASIH ADA 14.000 DESA TERTINGGAL DI RI

SAPA INDONESIA - BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa...
111 KEPALA DAERAH DITANGKAP KPK, SRI MULYANI: NURANINYA SUDAH MATI

111 KEPALA DAERAH DITANGKAP KPK, SRI MULYANI: NURANINYA SUDAH MATI

SAPA INDONESIA - MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan...
PERUBAHAN KEBIJAKAN TRANSFER DAERAH & DANA DESA

PERUBAHAN KEBIJAKAN TRANSFER DAERAH & DANA DESA

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH melakukan beberapa perubahan kebijakan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook