Artikel

Program SAPA

Peningkatan alokasi anggaran pemerintah bukan sebagai faktor terjadinya penurunan kemiskinan. Jika sumber anggaran yang dialokasikan tidak responsif, kemungkinan bahwa mereka yang paling membutuhkan bantuan tidak mendapatkan manfaat langsung dari program pengurangan kemiskinan. Aliansi Strategis untuk Pengentasan Kemiskinan (SAPA) mengenali dua hal penting yang harus ditangani untuk mempromosikan
program penanggulangan kemiskinan yang efektif di Indonesia. Pertama, kurangnya koordinasi antara departemen pemerintah, baik di tingkat nasional dan lokal, yang bertanggung jawab untuk program penanggulangan kemiskinan. Kedua, ada kebutuhan untuk memberdayakan kelompok miskin dan terpinggirkan untuk berpartisipasi lebih aktif dalam proses pengambilan keputusan dalam rangka membuat kebijakan dan alokasi anggaran yang lebih responsif terhadap kebutuhan mereka.
--
SAPA merupakan kerjasama antara pemerintah (Tim koordinasi Penanggulangan Kemiskinan - TKPK, berbasis di Departemen Kesejahteraan Rakyat), pemerintah daerah di 15 kabupaten terpilih dan kota (Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah-TKPKD), dan LSM.
Kerjasama ini bertujuan meningkatkan kapasitas TKPK dan TKPKD untuk mengembangkan inovasi dan koordinasi lintas sektoral di tingkat nasional dan daerah untuk membuat program penanggulangan kemiskinan lebih responsif terhadap hasil Musrenbang (Majelis Perencanaan Pembangunan) mekanisme perencanaan bottom up.

Kolaborasi ini juga memiliki tujuan untuk mendorong sinergi antara usaha-usaha dari TKPK dan TKPKD dengan pekerjaan yang sedang berlangsung dari LSM untuk memberdayakan kelompok-kelompok akar rumput untuk berpartisipasi dalam lembaga-lembaga Musrenbang. Dalam jangka pendek, dampak paling langsung dari program SAPA adalah meningkatnya partisipasi kelompok miskin dan marginal dalam pengambilan keputusan lembaga-lembaga dan penyediaan pelayanan dasar lebih responsif dalam 15 kabupaten / kota.
Tujuan jangka panjangnya, SAPA diharapkan dapat memberikan kontribusi langsung terhadap pengurangan jumlah orang miskin di Indonesia dan pengurangan angka kematian ibu.

Program SAPA sedang mengembangkan praktek-praktek terbaik mengenai koordinasi lintas sektoral untuk program penanggulangan kemiskinan dan pelembagaan partisipasi kelompok-kelompok miskin dan terpinggirkan dalam pengambilan keputusan lembaga-lembaga di 15 kabupaten dan kota yang telah dipilih di seluruh Indonesia. Model kolaborasi dan partisipasi yang menangani isu-isu kemiskinan lokal dan kapasitas pemangku kepentingan lokal akan di replikasi ke kabupaten dan kota di masa depan.