Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

Kuliah Umum, Dubes Brasil Buka Rahasia Atasi Kemiskinan

Jakarta - Program ketahanan pangan yang dianut Brasil patut menjadi rujukan bagi Indonesia untuk mengatasi permasalahan serupa. Salah satunya, memprioritaskan ketahanan pangan sebagai kebijakan nasional dengan melibatkan multisektor.
Hal ini disampaikan Duta Besar (Dubes) Brasil Paulo Alberto da Silveira Soares dalam kuliah umum "Ketahanan Pangan dalam Pembangunan Masyarakat" di Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, belum lama ini.
"Pemerintah harus memahami mengapa dan di mana orang lapar. Setelah itu memberikan mereka perlindungan sosial sebagai bentuk investasi masa depan, bukan sekadar kegiatan kemanusiaan," kata Alberto seperti dikutip dari situs UGM, Selasa (10/4/2012).
Pada 2002, Brasil memiliki sekira 50 juta rakyat menderita kelaparan kronis. Namun, kini negara tersebut menjelma menjadi negara eksportir utama pangan ke seluruh dunia. Keberhasilan ini karena Brasil menganut ide program zero hunger (nol kelaparan) yang berfokus pada peningkatan akses pangan dan gizi.
Albreto mengatakan, program Nol Kelaparan tidak hanya berhasil mengatasi masalah rawan pangan namun juga mampu mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran. "Tugas pemerintah daerah dalam hal ini menjamin hak rakyat untuk mendapatkan pangan dan penyediaan stok pangan dalam kondisi darurat," ujarnya.
Dalam program Nol Kelaparan, pemerintah Brasil fokus pada peningkatan pertanian skala kecil, penyaluran kredit petani, penyuluhan, serta pembangunan irigasi di pedesaan. "Termasuk di antaranya pemerintah terlibat mencari solusi penyebab struktural dari kerawanan pangan, reformasi agraria, dan upah minimum," tuturnya.
Yang tidak kalah penting, Brasil menerapkan pembagian kartu pangan bagi keluarga miskin yang disertai pemberian bantuan uang tunai lewat yang dinamakan Bolsa Familia. Dari program tersebut, kata Paulo, setidaknya berhasil mengurangi angka kerawanan pangan.
"Kasus gizi buruk pada balita telah berkurang. Dari 12,5 persen pada 2003 menjadi 4,8 persen pada 2008," kata Alberto menambahkan.
Setelah berhasil dalam program Nol Kelaparan, kini pemerintah Brasil mencanangkan program Brasil tanpa Kemiskinan yang diluncurkan sejak Juni 2011. Program ini bertujuan memperbaiki kesejahteraan 16,2 juta rakyat Brasil yang masih hidup dalam kondisi sangat miskin dengan cara memperbesar bantuan tunai untuk 800 ribu keluarga miskin.
Selain itu, pemerintah berupaya meningkatkan akses pendidikan, kesehatan, sanitasi, air, listrik, pelatihan keterampilan, serta bantuan pendanaan untuk keluarga petani miskin.(rfa)
 

sumber : kampus.okezone.com

Terpopuler

Terbaru

KEPALA OPD DIINSTRUKSIKAN PANTAU PELAKSANAAN CAPAIAN KINERJA

KEPALA OPD DIINSTRUKSIKAN PANTAU PELAKSANAAN CAPAIAN KINERJA

SAPA INDONESIA - MEMASUKI bulan kedua di triwulan keempat atau...
GUBERNUR: DANA DESA HARUS DISELAMATKAN

GUBERNUR: DANA DESA HARUS DISELAMATKAN

SAPA INDONESIA - GUBERNUR Aceh Irwandi Yusuf meminta para bupati...
DANA DESA MENURUN, PERANGKAT DESA BANJARNEGARA CURHAT PENGHASILAN

DANA DESA MENURUN, PERANGKAT DESA BANJARNEGARA CURHAT PENGHASILAN

SAPA INDONESIA - MASSA dari Forum Komunikasi Perangkat Desa...
PEJABATNYA TEPUK TANGAN SAAT ANGKA KEMISKINAN TINGGI, BUPATI PANGKEP MARAH BESAR

PEJABATNYA TEPUK TANGAN SAAT ANGKA KEMISKINAN TINGGI, BUPATI PANGKEP MARAH BESAR

SAPA INDONESIA - BUPATI Pangkep, Syamsuddin Hamid, Senin (20/11/2017)...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook