Undang Undang Desa, Kemiskinan, Dana Desa, Pendamping Desa, BUMDes, Pemerintahan Desa, Sistem Informasi Desa, Kesejahteraan, Gerakan Desa SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

DANAIS BELUM BERI DAMPAK SIGNIFIKAN PEREKONOMIAN DIY

SAPA INDONESIA - MESKI setiap tahun dana keistimewaan (danais) yang dikucurkan pusat selalu meningkat jumlahnya, toh nyatanya belum mampu beri dampak signifikan terhadap perekonomian DIY.

Keberadaan danais, dinilai oleh Wakil Ketua DPRD DIY Arif Noor Hartanto belum cukup progresif menurunkan angka kemiskinan di provinsi ini

"Dengan adanya danais, seharusnya progresivitas penurunannya bisa terbaca. Tidak kemudian cukup lamban, tetapi harus lebih progresif dari sekarang ini," kata Inung, panggilan akrab Arif Noor Hartanto menanggapi jawaban Gubernur DIY HB X terhadap pembahasan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DIY tahun anggaran 2017 Sabtu (30/6).

Oleh karena itu, dalam pemba-hasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang dilakukan bersama dewan dan Pemprov DIY, legislatif mendorong adanya penurunan seprogresif mungkin, yakni di angka 7 persen. Penurunan progresif itu sebagai upaya agar perencanaan pemanfatan danais, harus benar-benar tertuju pada program menyejahterakan rakyat.

Minimal, kata Inung, penurunan angka kemiskinan dari adanya danais bisa di bawah nasional. "Dan terkadang harus diakui eksekutif cukup berat melakukannya. Oleh karena itu, bila ada perencanaan yang kurang ideal, dievaluasi dan harus ada sisi-sisi yang ideal seiring sejalan," katanya.

Seperti diketahui, dari angka Badan Pusat Statistik (BPS) di mana angka kemiskinan pada September 2017 mencapai 10,12 persen. Sementara itu Pemprov DIY menyebut angka kemiskinan DIY berada tengah berada pada angka 12,36 persen.

Dikatakan, bila mendengarkan penjelasan dari eksekutif, pemanfaatan danais seolah-seolah pemanfaatan sudah sedemikian maksimal. Namun nyatanya, danais yang diberikan untuk kesejahteraan, belum sepenuhnya memberikan dampak cukup pendek.

"Nah momentum yang kemudian penting, ada di perubahan 2018. Pertanggungjawaban memang belum sangat ideal, kemudian pada saat APBD 2018 sampai 6 bulan atau semester pertama, ada hal-hal yang juga belum opti-mal, harus dilakukan pada perubahan APBD yang akan datang," ujarnya.

Sumber: jawapos dot com

Terpopuler

Terbaru

KEMISKINAN & DIGITALISASI LAYANAN PUBLIK BISA PAKAI DANA KELURAHAN

KEMISKINAN & DIGITALISASI LAYANAN PUBLIK BISA PAKAI DANA KELURAHAN

PERBAIKAN angka kemiskinan dan digitalisasi pelayanan publik...
BOYOLALI: PENURUNAN ANGKA KEMISKINAN LEMAH

BOYOLALI: PENURUNAN ANGKA KEMISKINAN LEMAH

PENURUNAN jumlah penduduk miskin tahun lalu terbilang rendah....
PENURUNAN ANGKA KEMISKINAN MASIH DIBAWAH TARGET

PENURUNAN ANGKA KEMISKINAN MASIH DIBAWAH TARGET

MENURUNNYA angka kemiskinan dari 13,81 persen pada tahun 2017...
FOKUS PENGENTASAN KEMISKINAN DI 27 DESA

FOKUS PENGENTASAN KEMISKINAN DI 27 DESA

BUPATI Buleleng, Putu Agus Suradnyana kembali mengingatkan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook