Undang Undang Desa, Kemiskinan, Dana Desa, Pendamping Desa, BUMDes, Pemerintahan Desa, Sistem Informasi Desa, Kesejahteraan, Gerakan Desa SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

16 TAHUN JALANKAN OTSUS, KEMISKINAN PAPUA DIKLAIM TURUN SIGNIFIKAN

kemiskinan-16tahunotsuspapua

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH Provinsi Papua menggelar diskusi bertajuk 'Ekspos Pengendalian Kebijakan Pelaksanaan Otonomi Khusus Provinsi Papua'.

Kegiatan ini dilakukan untuk memperingati 16 tahun terbitnya UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) bagi Provinsi Papua.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Papua Muhammad Musa'ad mengakui selama 16 tahun menjalankan otsus, Provinsi Papua telah mengalami banyak perubahan ke arah yang positif.

"Yang paling signifikan adalah menurunnya angka kemiskinan. Sebelum melaksanakan otsus pada 1999, kemiskinan di Papua mencapai 54 persen.

Pada 2016 menjadi 28 persen, lalu 2017 turun lagi menjadi 27 persen. Jadi, dari 1999 sampai 2017 kemiskinan di Papua turun 27 persen," ujar Musa'ad di acara Ekspos dan Pengendalian Kebijakan Pelaksanaan Otonomi Khusus Papua di Hotel Mercure, Glodok, Jakarta, Selasa, 12 Desember 2017.

Senada dengan Musa'ad, Pelaksana tugas Ketua DPR RI Fadli Zon mengatakan banyak perkembangan yang telah dicapai oleh Papua selama 16 tahun menjalankan otsus. Di antaranya jika diukur dari aspek Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

"Berdasarkan data BPS Papua, IPM Papua pada 2015 sebesar 57,25. Angka itu meningkat 0,80 poin menjadi 58.05 pada 2016."

Fadli juga mengatakan pembangunan infrastruktur mulai terlihat di tanah Papua, seperti pembangunan ruas jalan dan bandara di kabupaten/kota. Pembangunan itu, menurut Fadli, telah mampu membuka isolasi terutama di daerah-daerah pegunungan.

Meski begitu, baik Musa'ad dan Fadli sama-sama sepakat implementasi Otsus Papua bukan tanpa cela. Berbagai isu dan citra negatif masih melekat pada Papua, khususnya isu-isu kemanusiaan seperti hak asasi manusia dan isu separatisme.

Selain itu, solusi ketertinggalan pembangunan Papua dengan provinsi-provinsi lain juga masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

"Kalau ada kekurangan sana sini, itu yang harus kita bicarakan. Mari kita bersama-sama mencari solusi. Namun, perkembangan-perkembangan yang ada juga harus tetap kita akui," ujar Musa'ad.

Sumber: Metrotvnews dot com
                      

Terpopuler

Terbaru

LEWAT PKH, IDRUS MARHAM TARGETKAN KURANGI ANGKA KEMISKINAN HINGGA 10 %

LEWAT PKH, IDRUS MARHAM TARGETKAN KURANGI ANGKA KEMISKINAN HINGGA 10 %

SAPA INDONESIA - MENTERI Sosial Idrus Marham optimis bantuan...
MENYOAL KEMISKINAN DI PANGKEP

MENYOAL KEMISKINAN DI PANGKEP

SAPA INDONESIA - KEMISKINAN memiliki pengertian yang berbeda...
GUBERNUR BALI: PEMBANGUNAN DESA BELUM TERINTEGRASI

GUBERNUR BALI: PEMBANGUNAN DESA BELUM TERINTEGRASI

SAPA INDONESIA - GUBERNUR Bali Made Mangku Pastika mengatakan...
GRESIK: KADES KORUPSI RATUSAN JUTA RUPIAH DANA DESA

GRESIK: KADES KORUPSI RATUSAN JUTA RUPIAH DANA DESA

SAPA INDONESIA - KEPALA Desa (Kades) Pasinan Lemah Putih, Kecamatan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook