Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

TAHUN 2013 ANGKA KEMISKINAN DITARGET TURUN 0,3 PERSEN

kemiskinan-sapa-mensos

SAPA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa angka pengangguran di Indonesia telah mengalami penurunan. BPS mencatat angka kemiskinan pada September 2012 menurun sebesar 540 ribu orang dibandingkan Maret 2012.

Menteri Sosial Salim Segaf Aljufri menargetkan, angka kemiskinan Indonesia di 2013 menurun hingga 11,66 persen. Target pencapaian tersebut diyakininya dapat tercapai, melihat pencapaian penurunan angka kemiskinan kemarin sebesar 11,96 persen.

"Pada 2012 per September 11,69 persen, di 2013 diharapkan turun lagi sekitar 11,66 persen," kata Salim di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (10/1/2013).

Penurunan angka kemiskinan tersebut dilandasi oleh 14 indikator yang diyakini Salim mampu menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. Adapun 14 kriteria kemiskinan menurut BPS yakni:

1. Luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari 8 m2 per orang.
2. Jenis lantai bangunan tempat tinggal terbuat dari tanah/bambu/kayu murahan.
3. Jenis dinding tempat tinggal terbuat dari bambu/rumbia/kayu berkualitas rendah/tembok tanpa diplester.
4. Tidak memiliki fasilitas buang air besar/bersama-sama dengan rumah tangga lain.
5. Sumber penerangan rumah tangga tidak menggunakan listrik.
6. Sumber air minum berasal dari sumur/mata air tidak terlindung/sungai/air hujan.
7. Bahan bakar untuk memasak sehari-hari adalah kayu bakar/arang/minyak tanah.
8. Hanya mengkonsumsi daging/susu/ayam satu kali dalam seminggu.
9. Hanya membeli satu stel pakaian baru dalam setahun.
10.Hanya sanggup makan sebanyak satu/dua kali dalam sehari.
11.Tidak sanggup membayar biaya pengobatan di puskesmas/poliklinik.
12.Sumber penghasilan kepala rumah tangga adalah Petani dengan luas lahan 0,5 ha — Buruh tani, nelayan, buruh bangunan, buruh perkebunan, atau pekerjaan lainnya dengan pendapatan di bawah Rp600 ribu per bulan atau pendapatan per kapita Rp166.697 per kapita per bulan.
13.Pendidikan tertinggi kepala kepala rumah tangga: tidak sekolah/tidak tamat SD/hanya SD.
14.Tidak memiliki tabungan/barang yang mudah dijual dengan nilai Rp50 ribu, seperti: sepeda motor (kredit/non kredit), emas, ternak, kapal motor, atau barang modal lainnya.

 

economy dot okezone dot com

Terpopuler

Terbaru

KEMDES GANDENG LSM DAN KORPORASI ATASI STUNTING DI DAERAH TERTINGGAL

KEMDES GANDENG LSM DAN KORPORASI ATASI STUNTING DI DAERAH TERTINGGAL

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal...
MEMBERI BANTUAN BUKAN LANGKAH TEPAT DALAM PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN

MEMBERI BANTUAN BUKAN LANGKAH TEPAT DALAM PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN

SAPA INDONESIA - UPAYA pemberdayaan, atau dengan memberi pekerjaan...
LAMONGAN: MENGGALI SEMUA POTENSI EKONOMI DESA

LAMONGAN: MENGGALI SEMUA POTENSI EKONOMI DESA

SAPA INDONESIA - ADA replika buah semangka di gerbang masuk...
PEKALONGAN: PENURUNAN KEMISKINAN BELUM OPTIMAL

PEKALONGAN: PENURUNAN KEMISKINAN BELUM OPTIMAL

SAPA INDONESIA - DPRD Kabupaten Pekalongan menilai kinerja...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook