Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

TURUN 8,6 PERSEN PENDUDUK MISKIN DI KOTA BOGOR

miskin4

SAPA - Kemiskinan adalah salah satu masalah pelik yang terjadi di Kota Bogor. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun terus berupaya menekan jumlah masyarakat tidak mampu itu. Salah satunya dengan mengalokasikan dana sebesar Rp137,48 miliar untuk berbagai program penanggulangan kemiskinan sepanjang tahun ini.

Hasilnya cukup efektif. Berdasarkan pendataan program layanan sosial (PPLS) 2011, jumlah penduduk miskin di Kota Bogor pada 2011 turun menjadi 17.188 rumah tangga sederhana (RTS) dari 40.876 RTS di 2010.

"Dibandingkan dengan jumlah penduduk Kota Bogor yang mencapai 973.113 jiwa, maka angka penduduk miskin mencapai 8,6 persen. Penurunan ini juga sejalan dengan adanya penurunan jumlah pengangguran terbuka di Kota Bogor dan meningkatnya angka indeks pembangunan manusia (IPM)," ungkap Walikota Bogor, Diani Budiarto saat ditemui, Kamis (20/12).

Dikatakannya, pada 2011 jumlah pengangguran terbuka mencapai angka 10,2 persen. Data tersebut berdasarkan Sensus Ekonomi Nasional di tahun yang sama. Sementara, IPM Kota Bogor mencapai angka 76,06. "Sehingga IPM Kota Bogor menduduki peringkat keempat se-Jawa Barat," kata walikota dua periode itu.

Diani menjelaskan, menurunnya angka kemiskinan berkat keberhasilan sejumlah program, mulai pendidikan, kesehatan, ekonomi, fisik dan PKH. Di antaranya, program peningkatan ketahanan pangan, program pengembangan lembaga ekonomi kelurahan, program peningkatan pendidikan anak usia dini, dan program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun.

Selain itu, sambung Diani, pemkot juga memiliki sejumlah program lain seperti layanan penduduk miskin, kesehatan ibu melahirkan, serta program perbaikan gizi masyarakat.

"Ada juga program pengembangan lingkungan sehat, program peningkatan peran serta dan kesetaraan gender dalam pembangunan. Seluruhnya bertujuan untuk menekan kemiskinan di Kota Bogor," tandasnya.

Terpisah, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPRD Kota Bogor, Najamudin menuturkan, kemiskinan merupakan masalah besar dan kompleks yang timbul karena gabungan antara faktor budaya, sosial, politik dan ekonomi. Karena itu, strategi dan program penanggulangan kemis-kinan memerlukan pendekatan terpadu, dengan pelaksanaan secara bertahap yang terencana dan berkesinambungan.

"Apabila pemerintah berkeinginan memerangi kemiskinan, harus memahami terlebih dulu apa yang dimaksud dengan kemiskinan dan penyebabnya. Agar usaha penanggulangan kemiskinan berjalan baik, efektif dan efisien, perlu dirancang kebijakan yang tepat dengan melibatkan semua pihak yang berkepentingan," bebernya.

Dikatakannya, serius tidaknya pemkot menjalankan kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan, dapat dilihat dari anggaran yang dialokasikan baik langsung maupun tidak langsung. "Karena dari data yang ada sampai saat ini, antara program penanggulangan kemiskinan dan pencapaiannya masih jauh dari yang diharapkan," tukasnya.(rur)

 

radar-bogor dot co dot id

Terpopuler

Terbaru

PKH MENDORONG ANAK-ANAK PENERIMA MANFAAT UNTUK BERPRESTASI

PKH MENDORONG ANAK-ANAK PENERIMA MANFAAT UNTUK BERPRESTASI

SAPA INDONESIA - PROGRAM Keluarga Harapan (PKH) yang menjadi...
CEGAH URBANISASI, INFRASTRUKTUR DESA PERLU DIGENJOT

CEGAH URBANISASI, INFRASTRUKTUR DESA PERLU DIGENJOT

SAPA INDONESIA - PEMBANGUNAN wilayah pedesaan dalam program...
RATUSAN DESA BELUM PUNYA BUMDES

RATUSAN DESA BELUM PUNYA BUMDES

SAPA INDONESIA - RATUSAN desa di Pamekasan belum memiliki badan...
DESA DIDORONG OPTIMALKAN PENYERAPAN DANA DESA

DESA DIDORONG OPTIMALKAN PENYERAPAN DANA DESA

SAPA INDONESIA - SAAT ini, masih ada satu desa di Boyolali,...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook