Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

EMPAT KLASTER UNTUK PENANGGULANGAN KEMISKINAN

kemiskinan-sapa-boediono1
SAPA - Penentuan sasaran yang tepat sangat menentukan keberhasilan program penanggulangan kemiskinan. Dalam memilih sasaran prioritas pertama tentu diberikan kepada penduduk sangat miskin dan penduduk miskin. Karena mereka lah yang paling membutuhkan bantuan, terutama bantuan langsung.

Hal tersebut diutarakan Wakil Presiden RI, Boediono, saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Regional Jawa-Bali 2012 dengan tema solusi gubernur se Jawa-Bali untuk percepatan pengurangan kemiskinan di Royal Ambarrukmo Hotel Yogyakarta, Selasa (13/11/2012).

"Sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah nasional 2009-2014, ditargetkan penurunan angka kemiskinan dari 12 persen di tahun ini menjadi 8-9 persen di tahun 2014. Dalam operasionalisasinya tiap daerah perlu menetapkan target sendiri guna memberi kontribusi pada penurunan angka kemiskinan nasional," terang Boediono.

Dalam menentukan sasaran harus memerhatikan kelompok penduduk hampir miskin dan rentan miskin. Dimana kelompok ini memiliki pendapatan di atas garis kemiskinan namun rentan terhadap perubahan keadaaan. Semisal ketika jatuh sakit dapat dengan cepat menjadi miskin.

"Kelompok seperti ini perlu ditangani dengan berbagai program perlindungan sosial yang dapat melindungi dari kerawanan kemiskinan. Atas dasar pemikiran ini, maka program penanganan kemiskinan pemerintah pusat mengategorikan ke dalam empat cluster," urai mantan Gubernur Bank Indonesia ini.

Pertama, program pengentasan kemiskinan dengan sasaran rumah tangga miskin. Mencakup program keluarga harapan, bantuan siswa miskin, jaminan kesehatan masyarakat dan beras untuk warga miskin. Kedua, program pengentasan kemiskinan dengan sasaran komunitas. Memiliki 'senjata' utama Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).

Ketiga, program pemberdayaan ekonomi yang sasarannya adalah pelaku usaha mikro dan kecil. Memiliki program utama Kredit Usaha Rakyat (KUR). Keempat adalah program pro rakyat lainnya yang memiliki kelompok sasaran lebih khusus. Seperti pendudukan miskin perkotaan, nelayan dan lain sebagainya.

"Agar program ini berjalan maksimal, harus dilaksanakan secara sistematis. Mulai penetapan sasaran, bentuk program sampai cara melakukan monitoring pengevaluasian. Semua harus dirumuskan dengan matang sedari awal," papar Boediono.

 

Editor: Hendra Gunawan 
tribunnews dot com

Terpopuler

Terbaru

KEMISKINAN MASIH TINGGI, MENKEU CURIGA DANA UNTUK WARGA TAK SAMPAI

KEMISKINAN MASIH TINGGI, MENKEU CURIGA DANA UNTUK WARGA TAK SAMPAI

SAPA INDONESIA - MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencurigai...
PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR BERASAL DARI TIGA SUMBER INI, DANA DESA TERMASUK DI DALAMNYA

PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR BERASAL DARI TIGA SUMBER INI, DANA DESA TERMASUK DI DALAMNYA

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) menegaskan...
PADAT KARYA CASH DANA DESA DIPROYEKSIKAN SERAP 5,7 JUTA PEKERJA

PADAT KARYA CASH DANA DESA DIPROYEKSIKAN SERAP 5,7 JUTA PEKERJA

SAPA INDONESIA - PROGRAM padat karya cash dari dana desa diharapkan...
WAGUBSU: GUNAKAN DANA DESA UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

WAGUBSU: GUNAKAN DANA DESA UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

SAPA INDONESIA - WAKIL Gubernur Sumatera Utara Nurhajizah Marpaung...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook