Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

PEMKOT KLAIM ANGKA KEMISKINAN MENURUN

kemiskinan-sapa-kemiskinanmenurunsapa.or.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, mengklaim berkurangnya jumlah warga miskin yang ada di kota Makassar. Pemkot menilai turunnya angka kemiskinan itu dipengaruhi oleh tingginya laju pertumbuhan ekonomi dan suksesnya sejumlah program pemerintah. Beberapa program yang dianggap sukses, seperti Makassar Go Green melalui daur ulang sampah yang mampu menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan sisi ekonomis bagi masyarakat, terutama ibu-ibu rumah tangga.

Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, usai Launching Green City di Taman Macan, Jalan Pattimura, mengatakan, perubahan taraf hidup masyarakat itu dilihat dari menggeliatnya sektor perekonomian di sejumlah sentra bisnis. Kendati demikian, kata Ilham, masalah urban masih menjadi hal klasik yang perlu mendapat perhatian serius. Baik itu dalam hal penataan dan penertiban agar tidak menghambat proses program pembangunan yang sedang berjalan saat ini. "Makanya kami berharap masalah urban menjadi perhatian serius, tujuannya agar ke depannya Kota Makassar bisa tertib administrasi," kata Ilham.

Dia menjelaskan, sebagai upaya serius dalam mengendalikan tingginya urban yang datang mencari lapangan pekerjaan di Kota Makassar, Ilham mengaku telah berupaya mengkoordinasikan dengan kabupaten lain yang ada di Sulsel untuk menertibkan warga yang akan berangkat ke Kota Makassar. "Mudah-mudahan dengan ada¬nya penertiban urban, maka data base kependudukan pastinya jauh akan lebih valid dari yang sudah ada saat ini," tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Makassar, Irwan Bangsawan, menyebutkan, dalam penetapan warga miskin ada 14 kriteria yang menjadi acuan pendataan dan tidak sama dengan kondisi kemiskinan pada semua daerah lainnya. Pasalnya, berdasarkan data pe¬nerima raskin periode Juni hingga Desember 2012 yang dikeluarkan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), jumlah Rumah Tangga Sasaran (RTS) mengalami penurunan sekitar 30 persen. "Setiap daerah punya kategori masing-masing tentang kriteria orang miskin. Kalau penurunan sekitar 10 persen mungkin kami bisa terima, karena pertumbuhan ekonomi Makassar ada pada kisaran tersebut.

\Tapi kalau sampai 30 persen sementara daerah lain di Sulsel, ada yang malah bertambah 100 persen itu yang menjadi masaalah," ujarnya. Meski demikian, Irwan Bangsawan mengaku pernah menunda pembagian beras miskin (raskin) di 14 kecamatan, 143 kelurahan se-Kota Makassar. Hal ini disesuaikan dengan data yang diterbitkan TNP2K membukukan dari 62.192 kepala keluarga (KK) miskin, turun menjadi 46.355 KK pada periode Juni-Desember Tahun 2012.

Olehnya itu, pihaknya mengaku masih berupaya terus melakukan koordinasi dengan melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasinal (BKKBN), Dinas Kesehatan, serta Camat,Lurah, dan RT/RW. "Yang utama pihak kelurahan dan RT/RW, karena mereka yang lebih tahu persis kondisi data di wilayah masing-masing. Dan penurunan jumlah penduduk miskin yang paling mencolok terjadi di Kelurahan Mariso, Kecamatan Mariso, yakni dari 205 KK menjadi empat kepala keluarga," tutupnya.


Sumber : Ujungpandang Expres

Terpopuler

Terbaru

KALAU PENYALURAN RASTRA TAK TELAT, KEMISKINAN PASTI TURUN

KALAU PENYALURAN RASTRA TAK TELAT, KEMISKINAN PASTI TURUN

SAPA INDONESIA - PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada...
ANGKA KEMISKINAN DI SUMUT MENURUN

ANGKA KEMISKINAN DI SUMUT MENURUN

SAPA INDONESIA - PERSOALAN kemiskinan masih menjadi perhatian...
JOKOWI: KALAU SINKRON, SAYA JAMIN KEMISKINAN PASTI TURUN

JOKOWI: KALAU SINKRON, SAYA JAMIN KEMISKINAN PASTI TURUN

SAPA INDONESIA - PRESIDEN Joko Widodo menilai, naiknya angka...
ELEKTRIFIKASI 13.000 DESA, KEMENDES PDTT GANDENG GE

ELEKTRIFIKASI 13.000 DESA, KEMENDES PDTT GANDENG GE

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal,...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook