Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

KEMENSOS BANTU WONOSOBO Rp.1,6 MILIAR

sapa.or.id - Kementerian Sosial sesuai dengan tugas fungsinya, melakukan langkah out of the box dalam pengentasan kemiskinan. Dari sekian parameter kemiskinan, Kemsos melakukan rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni (RSTLH), yang saat ini ada 2,3 juta di Indonesia. Kali ini warga di Kota Semarang dan Kabupaten Wonosobo mendapat kesempatan menerima luncuran dana bedah kampung, sebagai upaya memotong mata rantai kemiskinan.

Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri menekankan semangat bedah kampung adalah semangat kebersamaan, semangat kesetiakawanan sosial yang melibatkan warga miskin, dunia usaha, perguruan tinggi, pemda dan komponen masyarakat lainnya. Bantuan per rumah sebesar Rp 10 juta, tetapi nilai rumah setelah terbangun dapat lebih dari nilai itu.

Dalam rilis yang diterima redaksi, Selasa (23/10), ada beberapa kelurahan di kota Semarang dan beberapa Desa di Kabuparen Wonosobo yang akan dibedah rumahnya. Selain bedah kampung, Kemsos juga akan memberi penguatan sebagian warga di masing-masing desa dengan bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan perbaikan Sarana Lingkungan (SARLING) serta bantuan paket sembako.

Di Wonosobo bedah kampung dan bantuan lainnya akan di lakukan di Desa Gumawang Kidul 25 unit dan 3 kube, Desa Watumalang 25 unit dan kube, desa Banyukembar 25 unit dan 3 kube, Desa Besani 25 unit dan 3 kube serta 1 sarliing, Kelurahan Kalibeber 25 unit dan 3 kube serta 1 sarling ditambah 200 paket sembako senilai Rp 150 ribu per orang.

Adapun keseluruhan bantuan untuk Wonosobo adalah 125 unit RSRTLH ditambah 15 KUBE (Kelompok Usaha Bersama) yang tiap unitnya sebesar Rp 20 juta, dan dua unit sarling yang tiap unitnya segarga Rp 45 juta plus 200 paket sembako seharga 150 ribu. Keseluruhan bantuan Kemsos untuk Wonosobo sebesar Rp 1,6 miliar.

Kemsos berharap langkah langsung ini dapat menjadi semangat bagi terwujudnya Indonesia Sejahtera sebagai implementasi dari MP3KI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia) dan MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) sebagaimana direncanakan oleh presiden.

Pada kesempatan kunjungan kerja ini juga mensos akan mendatangi beberapa penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang belum tersentuh oleh pemda. Kedatangan mensos pada pmks tersebut sebagai upaya penguatan agar pmks tersebut dapat berdaya dan juga mendorong pemda agar ada keberpihakan anggaran APBDnya bagi penyelenggaraan kesejahteraan sosial seperti termaktub pada undang-undang no 11 tahun 2009 tentang kesejahteraan sosial.


Sumber : rakyat merdeka online

Terpopuler

Terbaru

PEMDA DIY KESULITAN ENTASKAN DESA RAWAN PANGAN

PEMDA DIY KESULITAN ENTASKAN DESA RAWAN PANGAN

SAPA INDONESIA - TIGA kecamatan masih mendominasi desa rawan...
KEMBANGKAN POSBINDU SEBAGAI PUSAT PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT

KEMBANGKAN POSBINDU SEBAGAI PUSAT PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH Kabupaten Purworejo menargetkan...
ANGKA KEMISKINAN DI BOYOLALI DITARGET TURUN 0,5 PERSEN DI TAHUN 2018

ANGKA KEMISKINAN DI BOYOLALI DITARGET TURUN 0,5 PERSEN DI TAHUN 2018

SAPA INDONESIA - MENURUT data dari BPS Boyolali, data makro...
KPK DALAMI TEMUAN DUGAAN PENYELEWANGAN DANA DESA ERA MARWAN JAFAR

KPK DALAMI TEMUAN DUGAAN PENYELEWANGAN DANA DESA ERA MARWAN JAFAR

SAPA INDONESIA - KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook