Kemiskinan, Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, Angka Kemiskinan, Data Kemiskinan, Pengentasan Kemiskinan, Musrenbang, TKPK, Pemberdayaan Masyarakat SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

PEMERINTAH OPTIMIS TINGKAT KEMISKINAN CAPAI 10,5%

Data

SAPA - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia per Maret 2013 masih berada di level 11,37% atau turun 0,59% secara tahunan. Namun, pemerintah optimistis dapat mencapai kisaran atas dari target kemiskinan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2013 sebesar 10,5%.

"Kemiskinan sudah diturunkan jadi 11,3% dari 11,92%. Jadi optimis target RPJMN 2013 sebesar 10,5% bisa terjadi," ujar Hatta usai menghadiri acara Kajian Tengah Tahun (KTT) Indef di Jakarta, Selasa (2/7).

Dikatakannya, ada 8 provinsi yang justru mengalami peningkatan jumlah penduduk miskin. Sesuai data Badan Pusat Statistik, kedelapan provinsi itu adalah Sumatera Barat naik 0,14%, Sumatera Selatan 0,76%, Banten 0,03%, Bali 0,02%, Kalimantan Barat 0,38%, Sulawesi Utara 0,24%, Gorontalo 0,29%, dan Papua 0,47%.

Ada sekitar 70 juta jiwa rentan miskin, Hatta menjelaskan. Mereka mudah jatuh dalam garis kemiskinan bila terjadi gejolak. "Bagi yang turun itu, harus tembak langsung di tempat. Apa penyebab penurunannya? Program-program perlindungannya tidak masuk ke sana, atau infrastruktur daerah tidak jalan. Itu harus diperbaiki," tandasnya.

Menurut Hatta, pemerintah juga akan tetap menjalankan program-program bantuan sosial seperti beras miskin (raskin). Pemerintah tetap akan jalankan program raskin karena meningkatkan daya beli masyarakat yang sekitar 40% dari penghasilannya untuk beli pangan utama itu. "Kita upayakan stabilisasi harga," tandasnya.

Direktur Indef, Eny Sri Hartati mengungkapkan bahwa berbagai kebijakan ekonomi yang dirancang pemerintah belum mampu menurunkan secara signifikan jumlah orang miskin. Padahal, stimulus anggaran telah dikeluarkan dalam jumlah besar.

Sebagai gambaran, kata Eny, prosentase kemiskinan di tahun 1990 mencapai 15,1% atau setara 27,2 juta jiwa. Kemudian tahun 2010, prosentase penduduk miskin jadi 13,33% atau 31,02 juta jiwa. Dan pada tahun 2012 sebesar 11,9%.

"Jadi selama 20 tahun terakhir bisa dikatakan tidak ada kemajuan berarti dalam mengatasi kemiskinan," tegasnya.

Kepala BPS Suryamin sebelumnya juga mengatakan grafis penurunan penduduk miskin makin landai. Lambatnya penurunan angka kemiskinan ini membuat target RPJMN sulit terwujud.

"Makin lama makin landai turunnya (kemiskinan), karena sudah pada level yang membutuhkan strategi khusus," tandas Suryamin.

suaramerdeka dot com

Terpopuler

Terbaru

TUNTASKAN KEMISKINAN BALI, PASTIKA :

TUNTASKAN KEMISKINAN BALI, PASTIKA : "KABUPATEN KAYA BANTU DAERAH MISKIN"

SAPA INDONESIA - GUBERNUR Bali Made Mangku Pastika meyakini...
KEMISKINAN ANAK TERTINGGI TERJADI DI PAPUA, PAPUA BARAT, DAN NTT

KEMISKINAN ANAK TERTINGGI TERJADI DI PAPUA, PAPUA BARAT, DAN NTT

SAPA INDONESIA - PROVINSI Papua, Papua Barat dan Nusa Tenggara...
TERINTEGRASI, DANA DESA HINGGA BANK HIMBARA BAKAL TEKAN ANGKA KEMISKINAN DI RI

TERINTEGRASI, DANA DESA HINGGA BANK HIMBARA BAKAL TEKAN ANGKA KEMISKINAN DI RI

SAPA INDONESIA - ANGKA kemiskinan menjadi salah satu pekerjaan...
HAK DASAR 11 JUTA ANAK TERAMPAS

HAK DASAR 11 JUTA ANAK TERAMPAS

SAPA INDONESIA - KEMISKINAN anak di Indonesia masih menjadi...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook