Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

Penerima Manfaat Beras Miskin (RASKIN) di Kabupaten Garut Berkurang

Jumlah keluarga miskin atau rumah tangga sasaran (RTS) penerima manfaat program beras untuk rumah tangga miskin (raskin) di Kabupaten Garut mulai Juni 2012 berkurang sebanyak 7.874 RTS.

Tanggal 6 juni 2012 beberapa Kepala Desa mendatangai sekretariat TKPKD Garut untuk mempertanyakan pengurangan kuota Raskin. Pada kesempatan tersembut kepala desa di terima oleh sekretris TKPKD dan beberapa staf dan didampingi Koorda SAPA. Mereka datang atas informasi dari BPS Garut bahwa data yang dibuatnya diserahkan ke TKPKD Garut, sehingga para kepala Desa Mencurigai bahwa yang mempunyai kebijakan adalah TKPKD. Dalam pertemuan tersebut dijelaskan oleh pihak TKPKD bahwa yang mempunyai kebijakan tersebut adalah TNP2K. Berikut pernyataan kepala Desa:

"Kami akan tolak raskin karena pihak desa tidak mau disalahkan oleh masyarakat yang kecewa tidak menerima kembali raskin," kata ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Garut, Asep Hamdani, Penolakan raskin itu, kata Asep, karena Kepala Desa khawatir adanya pengurangan jumlah kuota raskin akan menimbulkan kecemburuan sosial masyarakat.

sebelumnya para kepala Desa mendatangi kantor BPS yangmana menurut Asep, berdasarkan laporan dari beberapa kepala desa masih banyak masyarakat mengharapkan raskin untuk mengurangi beban kebutuhan hidup.

"BPS sendiri tidak ada sosialisasi ke desa. Data yang didapat benar atau tidak, kalau benar ditandatangani sama desa. Dan, pendataan sekarang sudah jelas bertolak belakang di lapangan," kata Asep.

Pernyataan penolakan menerima raskin disampaikan pula sejumlah Kepala Desa yang datang ke Kantor BPS Garut.

Mereka beranggapan bila menerima raskin akan membuat masyarakat kecewa karena mulai Juni tidak menerima lagi.

Kepala Desa Cimanganten, Kecamatan Tarogong Kaler, Asep Julkopar, mengatakan bahwan penurunan jumlah keluarga miskin yang didata oleh BPS terlalu banyak.

Ia menjelaskan bahwa data penerima raskin yang sebelumnya sebanyak 434 kepala keluarga (KK). Akan tetapi, data tahun 2012, turun menjadi 63 KK sehingga berpengaruh menurunnya mendapatkan raskin yang sebelumnya menerima sekitar 6 ton berkurang menjadi 9 kuintal.

"Kondisi real di lapangan, keluarga kurang mampu mengharapkan raskin dan jumlahnya meningkat. Akan tetapi, kenapa ini turun drastis?" kata Asep Julkopar.

Sebelumnya, pemerintah mengurangi kuota raskin tahun 2012 di Kabupaten Garut sebanyak 118.110 kg dari jumlah sebelumnya menyalurkan 3.315.150 kg.

Kebijakan pemerintah menurunkan jumlah raskin itu karena jumlah rumah tangga sasaran-penerima manfaat (RTS-PM) raskin turun menjadi 213.136 KK dari jumlah sebelumnya 221.010 KK.

(KR-FPM)

Dengan begitu, jumlah RTS penerima raskin di Kabupaten Garut mulai Juni 2012 menjadi sebanyak 213.136 RTS, dari sebelumnya sebanyak 221.010 RTS.

Menurut Asisten Administrasi Bidang Perekonomian dan Keuangan, Eddy Muharam, menurunnya jumlah RTS penerima raskin juga dibarengi dengan menurunnya pagu raskin untuk Juni hingga Desember 2012.

"Pagu raskin bulan Januari-Mei sebanyak 3.315.150 kilogram, sementara untuk bulan Juni-Desember 2012, pagu raskin sebanyak 3.197.040 kilogram, atau menurun 118.110 kilogram, dengan rata-rata penurunan sebesar 3,56%. Kecamatan yang mengalami penurunan RTS-PM kebanyakan di wilayah perkotaan," ujar Eddy Muharam saat rapat Raskin di Ruang Rapat Setda Kabaten Garut, Rabu (30/5/2012).

Eddy mengatakan, perubahan data tersebut ditetapkan pemerintah pusat sesuai data diterima dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2KM). Disebutkan ada sejumlah langkah sebagai upaya perbaikan penyaluran raskin ke depan. Antara lain, penyaluran raskin yang dilakukan Bulog sampai titik distribusi disertai dengan pemasangan nama RTS-PM di setiap titi di desa/kelurahan. RTS-PM juga akan menggunakan kartu raskin yang dicetak di pusat secara bertahap.

"Pihak desa dan kelurahan tidak bisa mengeluarkan kebijakan bila ada yang tidak mendapatkan raskin. Karena hal itu harus diputuskan di Sekretariat TNP2K," pungkasnya.

Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Setda, Enok Rihawati, dan Kasubbag Pertanian, E. Herly, berharap, semua stake holder berperan aktif sesuai tugas pokok dan fungsinya mendukung rencana program baru penyaluran raskin itu agar tepat sasaran, dan sesuai tujuannya.

Sesuai dengan rencana yang dilakukan di sekretariat TKPKD Sejumlah kepala desa (kades) dan aparatur pemerintahan desa dari beberapa kecamatan di Kabupaten Garut yang terhimpun dalam Gabungan Pemerintah Desa Terpuruk (Gapruk) menggeruduk kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Garut dan DPRD Garut, Kamis (12/7/2012).

Mereka mempertanyakan terjadinya penurunan pagu raskin dan rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTS-PM) program raskin di Kabupaten Garut untuk Juni hingga Desember 2012 hingga menimbulkan berbagai masalah dan gejolak di tengah masyarakat.

Mereka juga meminta pertanggungjawaban serta mempertanyakan keberanian Bupati Garut Aceng HM Fikri dalam menyikapi persoalan raskin di Kabupaten Garut yang terus menerus bermasalah tersebut.

Sebelum menuju kantor BPS, sekitar 100 massa Gapruk itu menggelar orasi dengan membentangkan spanduk dan mengedarkan selebaran di kawasan Bundaran Simpang Lima Kecamatan Tarogong Kidul.

"Pendataan oleh BPS ini salah seratus persen. Masak di Kampung Babakan Kawung Desa Cimanganten (Kecamatan Tarogong Kaler) tak ada pendataan satu pun warganya. Penentuan PCL (Petugas Cacah Lapangan) mestinya selektif dan melibatkan pemerintahan desa. Sewaktu pendataan pun tak jelaskan untuk keperluan apa. Mestinya jelas untuk apa saja," kata Kepala Desa Cimanganten Asep Zulgofar.

Sebelum meninggalkan kantor BPS, massa mengancam kembali mendatangi kantor BPS dan meminta BPS menyiapkan data PCL untuk dicek keakuratannya dengan data di desa.

Seperti diberitakan sebelumnya, jumlah RTS-PM raskin diKabupaten Garut mulai Juni 2012 berkurang sebanyak 7.874. Dari jumlah total 221.010 RTS-PM menjadi 213.136. Penurunan jumlah tersebut dibarengi dengan menurunnya pagu raskin sebanyak 118.110 kilogram. Dari semula sebanyak 3.315.150 kilogram raskin menjadi 3.197.040 kilogram.

Demikian laporan ini saya buat dalam bentuk berita sesuai anjuran pada acara workshop SAPA di hotel cemara tanggal 9 – 12 juli 2012.

Sumber : YUDI KURNIA (KORDA GARUT)

Terpopuler

Terbaru

PKH MENDORONG ANAK-ANAK PENERIMA MANFAAT UNTUK BERPRESTASI

PKH MENDORONG ANAK-ANAK PENERIMA MANFAAT UNTUK BERPRESTASI

SAPA INDONESIA - PROGRAM Keluarga Harapan (PKH) yang menjadi...
CEGAH URBANISASI, INFRASTRUKTUR DESA PERLU DIGENJOT

CEGAH URBANISASI, INFRASTRUKTUR DESA PERLU DIGENJOT

SAPA INDONESIA - PEMBANGUNAN wilayah pedesaan dalam program...
RATUSAN DESA BELUM PUNYA BUMDES

RATUSAN DESA BELUM PUNYA BUMDES

SAPA INDONESIA - RATUSAN desa di Pamekasan belum memiliki badan...
DESA DIDORONG OPTIMALKAN PENYERAPAN DANA DESA

DESA DIDORONG OPTIMALKAN PENYERAPAN DANA DESA

SAPA INDONESIA - SAAT ini, masih ada satu desa di Boyolali,...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook