Undang Undang Desa, Kemiskinan, Dana Desa, Pendamping Desa, BUMDes, Pemerintahan Desa, Sistem Informasi Desa, Kesejahteraan, Gerakan Desa SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

MENEKAN KEMISKINAN MELALUI PROGRAM PRORAKYAT

kemiskinan-sapa-Menekandenganprogramprorakyat

SAPA INDONESIA - DALAM menekan angka kemiskinan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terus melakukan upaya serius yang prorakyat untuk mengurangi beban masyarakat miskin dan memandirikan masyarakat. Alhamdulillah tahun 2016, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka kemiskinan tahun 2015 dimana Aceh Barat satu-satunya kabupaten menekan angka kemiskinan tertinggi yaitu 1 persen lebih atau mencapai 1,5 persen sehingga menjadikan Aceh Barat turun menjadi peringkat keempat.

Bagi Aceh Barat, ini prestasi yang disyukuri dan kerja keras selama kepemimpinan Bupati Aceh Barat Dr (HC) HT Alaidinsyahdan Wakil bupati Drs H Rachmat Fitri HD MPA. Banyak program yang telah direalisasikan sejak 2012 hingga saat ini seperti pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin dalam bentuk Kelompok Usaha Bersama (Kube), bantuan modal melalui APBK dan dana gampong, pembangunan dan rehabilitasi rumah dhuafa, listrik gratis serta beras gratis kepada masyarakat miskin. "Kita berusaha untuk memuwujudkan program yang prorakyat, dengan memobilisasi dana pembangunan secara tepat program dan sasaran," ujar Bupati Alaidinsyah. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Bupati yang akrab disapa Haji Tito menyatakan, program-program yang prorakyat secara bertahap terus direaliasikan pihaknya sehingga masyarakat melalui bantuan yang dibantu pemerintah baik dari kabupaten, provinsi hingga pusat dapat terus berkembang dan meningkatkan perekonomian. "Kita juga fokus terhadap rumah tidak layak huni mendapat perhatian secara bertahab dibantu," ungkap Haji Tito. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Kelompok Usaha Bersama

Mulai tahun 2014 melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Aceh Barat memberikan bantuan sosial kepada masyarakat melalui Kube sebanyak 12 kelompok. Setiap kelompok menerima Rp 10 juta (Rp 120 juta) berupa bantuan usaha dalam bentuk barang serta pelatihan/pendampingan penerima hibah bantuan tersebut. Bantuan serupa direalisasikan tahun 2015 melalui Kube-FakirMiskin (Kube-FM) untuk 15 kelompok dengan anggaran Rp 150 juta di 12 kecamatan sumber APBK. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Di samping itu 20 kelompok di Samatiga, Arongan Lambalek, Sungai Mas dan Bubon sumber dana APBA. Demikian juga Kube-Program Keluarga Harapan (Kube-PKH) kepada 32 kelompok di Johan Pahlawan, Arongan Lambalek, Kaway XVI dan Bubon dana APBA. Selanjutnya Kube-PKH untuk 206 kelompok (Rp 4,1 miliar) untuk Woyla, Woyla Timur, Woyla Barat, Panton Reu dan Pante Ceureumen yang bersumber dari APBN dalam bentuk transfer dana tunai. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Kube-Perkotaan 50 kelompok menerima Rp 20 juta (Rp 1 miliar) tersebar di Johan Pahlawan sumber APBN. Berikutnya Kube-Komunitas Adat Terpencil (Kube-KAT) untuk 7 kelompok di Woyla Timur dan Pante Ceureumen sumber APBA. Selanjutnya Kube-Eks Kombatan (Kube-Eks Kombatan) 2 kelompok pesertanya dari mantan kombatan di Aceh Barat.

Sementara 2016 bantuan sosial kepada masyarakat Kube-FM untuk 15 kelompok menerima Rp 10 juta (Rp 150 juta) di Bubon, Samatiga dan Woyla. "Tahun 2017 juga akan memberikan bantuan sosial kepada masyarakat melalui Usaha Ekonomi Produktif (UEP) sebanyak 40 orang dan menerima Rp 2 juta/orang," ujar Kadisosnakertrans Aceh Barat, Ir Shah Triza Putra Utama.

Rehab Rumah dan Usaha Ekonomi Produktif PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Aceh Barat selama kepemimpinan Bupati Haji Tito dan Wabup H Nanda melaksankan program rehab rumah duafa dengan rincian tahun 2014 sebanyak 40 unit (Rp 10 juta/unit) dengan anggaran Rp 400 juta. Berikut tahun 2015 sebanyak 40 unit (Rp 12,5 juta/unit) (Rp 500 juta) serta tahun 2016 sebanyak 40 unit (Rp 12,5 juta/unit) (Rp 500 juta) dan direncanakan tahun 2017 sebanyak 100 unit (Rp 14,73 juta/unit) sumber dana Otsus/APBK dengan anggaran Rp 1,473 miliar.

Pemkab Aceh Barat melakukan usaha ekonomi produktif (UEP) dengan rincian tahun 2015 disalurkan kepada 100 kepala keluarga (KK) di Johan Pahlawan, Meureubo dan Kaway XVI, tahun 2016 memberikan bantuan stimulan UEP, Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH) dan Sarana Lingkungan (Sarling) sejumlah 400 KK dengan total anggaran Rp 1,55 miliar dan tahun 2017 akan memberikan bantuan sosial kepada masyarakat melalui UEP 40 orang Rp 2 juta/orang.

"Kita berharap dengan sejumlah kegiatan termasuk bantuan PKH kepada masyarakat dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat Aceh Barat," jelas Wabup Rachmat Fitri HD. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Latih Pencari Kerja

Upaya meningkatkan kemampuan kerja, Aceh Barat melaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi pencari kerja pada Balai Latihan Kerja (BLK) dengan anggaran Rp 1 miliar. Berikutnya tahun 2015 dilaksanakan 13 paket pelatihan dengan peserta 208 orang anggaran Rp 1 miliar. Selanjutnya 2016 sebanyak 13 paket dengan peserta 208 orang dengan anggaran Rp 1,5 miliar, sedangkan dari APBN 7 paket dengan peserta 112 orang dan APBA sebanyak 2 paket dengan peserta pelatihan 40 orang. Direncanakan tahun 2017 Pemkab Aceh Barat melalui Dinsosnakertrans Aceh Barat akan melaksanakan kegiatan serupa dengan anggaran Rp 1 miliar. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Magang ke Jepang

Tahun 2016 Pemkab Aceh Barat melalui Dinsosnakertrans Aceh Barat melaksanakan pembinaan fisik dan mental calon peserta magang luar negeri dengan anggaran swadaya tokoh masyarakat dan para insan peduli magang kerja di Jepang. Sebanyak 11 orang lulus tingkat provinsi mengikuti training di BLKI Banda Aceh, training tingkat nasional pada Pusdiklat Kementerian Ketenagakerjaan di Bekasi untuk selanjutnya magang selama 3 tahun di perusahaan di Jepang (kerja sama IMM Jepang-Kemenaker RI). PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Direncanakan tahun 2017 Pemkab akan melaksanakan kegiatan serupa diikuti 322 orang dari seluruh gampong di Aceh Barat dengan anggaran Rp 188,9 juta bersumber APBK setempat. Besar harapan akan menyerap ilmu dan pengalaman kerja pada perusahaan yang berada di Jepang dan membuka peluang usaha di daerah dalam rangka penyerapan tenaga kerja dan dapat mengurangi jumlah pengangguran di Aceh Barat. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Kegiatan Padat Karya

Membuka lapangan kerja dilaksanakan pola padat karya bersumber dari APBK maupun dana gampong. Tahun 2014 kegiatan padat karya insfrastruktur dilakukan oleh 4 kelompok dengan 88 pekerja di Desa Peulanteu Arongan Lambalek dengan anggaran Rp 381,79 juta serta 4 kelompok dengan 88 pekerja di Desa Krueng Beukah Pante Ceureumen dengan anggaran Rp 381,79 juta. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Berikutnya pada 2015 kegiatan serupa diikuti 4 kelompok dengan 88 pekerja di Desa Pasi Mali Woyla Barat dan 1 kelompok 20 peserta di Baro Panton Reu, 1 kelompok dengan 20 peserta di Desa Tangkeh Woyla Timur, 4 kelompok dengan 84 pekerja di Desa Gunong Tarok Pante Ceureumen dengan anggaran Rp 199,775 juta sumber APBK. Demikian juga 2016 dikuti 4 kelompok dengan 84 pekerja di Liceh Bubon dengan anggaran Rp 199,775 juta bersumber dari APBK.

Penyuluhan Transmigrasi Lokal PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Pemkab Aceh Barat melalui Dinsosnakertrans tahun 2014 melaksanakan penyuluhan transmigrasi lokal sebanyak 100 orang di UPT Lango Pante Ceureumen dengan anggaran Rp 25,2 juta bersumber dari APBK. Selanjutnya 2015 kegiatan serupa dikuti 100 orang di UPT Gunong Pulo Kecamatan Arongan Lambalek dan 97 orang di UPT Simpang Teumarom Woyla Barat dengan anggaran Rp 49,9 juta dana APBK. Berikutnya pelatihan transmigrasi lokal 100 orang di UPT Gunong Pulo Arongan Lambalek dan 97 orang di UPT Simpang Teumarom Woyla Barat anggaran Rp 100 juta bersumber dari APBK.

Tahun 2014 sumber APBN di UPT Alue Keumeuneng berupa pembangunan rumah dan jamban keluarga, sarana air bersih,balai pengajian, jalan desa, jembatan permanen, box culvert, gudang dan juga menyerahkan gentong plastik serta membuka lahan untuk warga transmigran. Demikian juga 2015 dan 2016 Pemkab Aceh Barat juga di UPT Alue Keumeuneng berupa pembangunan rumah tipe 36 dan jamban keluarga, sumur gali, rumah KUPT, rumah petugas, kantor unit, gorong-gorong dan menyerahkan gentong plastik serta membuka lahan untuk warga transmigran.

Lakukan Pendampingan PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Ketua Forum Persahabatan Aceh Jepang (FAJ), Zulfriansyah menyampaikan kegiatan magang ke Jepang merupakan sebuah apresiasi apalagi warga yang lolos dari Aceh Barat sangat ramai. Bahkan pihaknya akan terus melakukan pendampingan sehingga ke depan akan membuka peluang kerja lebih besar. "Kami memberikan apresiasi terhadap dilibatkan alumni dari magang Jepang seperti kami," ujar Zulfiansyah. PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Sumber: Tribunnews Aceh dot com

                    PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Terpopuler

Terbaru

JURUS JOKOWI PANGKAS TINGKAT KEMISKINAN DI RI

JURUS JOKOWI PANGKAS TINGKAT KEMISKINAN DI RI

SAPA INDONESIA - HINGGA Maret 2017, tingkat kemiskinan di Indonesia...
16 TAHUN JALANKAN OTSUS, KEMISKINAN PAPUA DIKLAIM TURUN SIGNIFIKAN

16 TAHUN JALANKAN OTSUS, KEMISKINAN PAPUA DIKLAIM TURUN SIGNIFIKAN

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH Provinsi Papua menggelar diskusi...
JUMLAH KEMISKINAN DI WILAYAH PERKOTAAN DI JATENG MENINGKAT

JUMLAH KEMISKINAN DI WILAYAH PERKOTAAN DI JATENG MENINGKAT

SAPA INDONESIA - KETUA DPRD Jateng Rukma Setiabudi mengatakan,...
BINA PEMBANGUNAN DESA, KADES/LURAH SE-JABAR KUMPUL DI BEKASI

BINA PEMBANGUNAN DESA, KADES/LURAH SE-JABAR KUMPUL DI BEKASI

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook