Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

TARGET RPJMD PROVINSI KALIMANTAN TIMUR ON THE TRACK

kemiskinan-sapa-logokaltim

SAPA - Kepala Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Kaltim Dr H Rusmadi menyampaikan apa yang dilakukan Pemprov Kalimantan Timur bersama-sama dengan semua stake holder untuk mencapai target-target pembangunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2009-2013 sudah on the track.

"Artinya apa yang kita laksanakan dalam empat tahun pelaksanaan RPJMD mampu membawa kemanfaatan bagi masyarakat luas. Pertumbuhan ekonomi kita yang diatas 3% memberikan efek dengan turunnya tingkat kemiskinan di Kaltim menjadi 6,67%," kata Rusmadi, ketika menjadi pembicara pada Diskusi Akhir Tahun Fekon Unmul, akhir pekan lalu.

Rusmadi menjelaskan salah satu indikator makro pembangunan yang penting adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim pada triwulan ketiga 2012 sudah mencapai Rp321 triliun dan kita harapkan pada akhir tahun akan mencapai lebih dari Rp400 triliun. Meskipun demikian untuk menurunkan tingkat pengangguran di Kaltim, Pemprov harus bekerja lebih keras.

"Pada 2008 angka pengangguran di Kaltim sebesar 11,11%. Sejak kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak dan Wagub Farid Wadjdy pada awal 2009 angka pengangguran dari tahun ke tahun semakin menurun, dan pada Agustus 2012 sudah mencapai 8,9%, meskipun masih jauh dari target akhir RPJMD 2009-2013, yakni 7,4% namun dengan penurunan tersebut artinya program kita masih on the track," jelasnya.

Rusmadi menambahkan dalam merencanakan program pembangunan termasuk jalan tol Balikpapan-Samarinda yang saat ini terkendala masalah lahan, Pemprov sudah mempertimbangkan berbagai aspek. Dan Pemprov berharap semua berjalan dengan baik.

"Namun yang dilakukan oleh semua pelaksana pembangunan termasuk pemerintah pusat ternyata tidak seperti yang kita harapkan, ya itulah dinamika pembangunan tetapi kita tidak pernah putus asa, kita akan tetap membangun. Untuk mewujudkan pembangunan yang sukses kita harus mendapatkan dukungan dari masyarakat dan semua pemangku kepentingan dengan harapan Kaltim bisa lebih baik," ucapnya.

Terkait penanganan banjir di Samarinda, Rusmadi menjelaskan Pemprov memahami persoalan banjir di Kota Samarinda sebagai ibukota provinsi, terlebih Samarinda adalah kota industri, perdagangan dan jasa. Banjir merupakan problem serius yang harus diatasi bersama. Pemprov telah berkomitmen dan secara riil telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp600 miliar melalui multiyears contract (MYC), namun tetap juga dihadapkan oleh persoalan yang sama dengan pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda, yakni masalah pembebasan lahan.

"Kita harapkan Pemkot, Camat, RT dan masyarakat bisa bekerjasama karena yang kita lakukan ini adalah semata untuk kepentingan rakyat," imbaunya. (her/hmsprov).

 

kaltimprov dot go dot id

Terpopuler

Terbaru

WONOSOBO TERPILIH JADI PERCONTOHAN OPEN DATA KEUANGAN DESA

WONOSOBO TERPILIH JADI PERCONTOHAN OPEN DATA KEUANGAN DESA

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Dalam Negeri memprediksi, alokasi...
DANA DESA STIMULASI PEMBENTUKAN 18.446 BUMDES

DANA DESA STIMULASI PEMBENTUKAN 18.446 BUMDES

SAPA INDONESIA - DANA desa sudah dicairkan sekira 95,54%. Sejak...
SLEMAN: 6 DESA BELUM REALISASIKAN BANTUAN

SLEMAN: 6 DESA BELUM REALISASIKAN BANTUAN

SAPA INDONESIA - PENYERAPAN Dana Desa (DD) di enam desa di...
MENDAGRI PERKIRAKAN DANA DESA 2018 CAPAI RP103 TRILIUN

MENDAGRI PERKIRAKAN DANA DESA 2018 CAPAI RP103 TRILIUN

SAPA INDONESIA - MENTERI Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo memperkirakan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook