Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

SEJUMLAH 69 KABUPATEN TERTINGGAL BERPOTENSI MAJU

kemiskinan-sapa-helmyfaishal

SAPA - Sejumlah 69 kabupaten tertinggal memiliki potensi lepas dari ketertinggalan dan masuk dalam kategori kabupaten maju. "69 daerah tertinggal potensial keluar dari ketertinggalan," kata Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faishal Zaini saat menyampaikan refleksi akhir tahun di Jakarta, Ahad (30/12).

Menurut Helmy, data itu berasal dari midterm review yang dilakukan pihaknya untuk mengetahui hasil pelaksanaan pembangunan daerah tertinggal selama tiga tahun masa tugas Kabinet Indonesia Bersatu II.

"Jumlah ini jauh lebih tinggi dari target untuk mengentaskan sedikitnya 50 kabupaten tertinggal sampai 2014," kata Helmy.

Saat ini ada 183 kabupaten masuk dalam kategori tertinggal, tersebar di Sumatra sebanyak 46 kabupaten, Jawa dan Bali sembilan kabupaten, Kalimantan 16 kabupaten, Sulawesi 34 kabupaten, Nusa Tenggara 28 kabupaten, Maluku 15 kabupaten, dan Papua 35 kabupaten.

Menurut Helmy, jumlah kabupaten tertinggal kemungkinan bertambah antara 20 hingga 30 kabupaten, termasuk dari kabupaten yang sebelumnya berhasil keluar dari status daerah tertinggal namun kembali masuk kategori tertinggal setelah terkena bencana atau konflik.

"Misalnya Kabupaten Karangasem yang habis terkena bencana kekeringan dan Kabupaten Pasaman," kata Helmy.

Helmy menuturkan, program percepatan pembangunan daerah tertinggal berhasil dilaksanakan dengan baik. "Terbukti dengan persentase daerah yang mengalami pertumbuhan indeks pembangunan, laju pertumbuhan ekonomi daerah tertinggal yang mendekati rata-rata nasional, dan tingkat kemiskinan yang menurun," katanya.

Menurut dia, kebijakan afirmatif harus terus diberikan bagi daerah tertinggal untuk mempercepat upaya pengentasan daerah tersebut dari ketertinggalan, termasuk dalam di bidang keuangan.

"Kemampuan keuangan daerah merupakan persoalan yang hampir merata dialami oleh 183 daerah tertinggal disamping perekonomian, sumber daya manusia, infrastruktur, aksesibilitas, dan karakteristik daerah," katanya.

Karena itu, Helmy mengaku gembira dengan terjadinya peningkatan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Rp10,5 triliun di 2012 menjadi Rp13,06 triliun pada 2013.

Masih ditambah lagi dengan dengan DAK tambahan khusus untuk bidang infrastruktur jalan dan pendidikan masing-masing Rp1 triliun. "Sehingga alokasi DAK untuk daerah tertinggal pada 2013 secara keseluruhan menjadi Rp15,06 triliun," katanya.

Dengan penambahan itu, maka rata-rata alokasi DAK per daerah tertinggal meningkat dari Rp57,3 miliar pada tahun 2012 menjadi Rp81,1 miliar pada 2013.

"Pada tahun 2014, Kementerian PDT akan terus berupaya mendorong peningkatan alokasi DAK untuk daerah tertinggal hingga mencapai rata-rata Rp100 miliar per daerah," kata Helmy.(Ant/ICH)

 

metrotvnews dot com

Terpopuler

Terbaru

KESENJANGAN EKONOMI JOGJA BISA BERBUNTUT KONFLIK SOSIAL

KESENJANGAN EKONOMI JOGJA BISA BERBUNTUT KONFLIK SOSIAL

SAPA INDONESIA - KETIMPANGAN ekonomi atau gini ratio DIY yang...
VALIDASI DATA KEMISKINAN HARUS DIDUKUNG SDM DAN ANGGARAN

VALIDASI DATA KEMISKINAN HARUS DIDUKUNG SDM DAN ANGGARAN

SAPA INDONESIA - MENCERMATI fenomena angka kemiskinan yang...
BELANJA ROKOK MASYARAKAT KULONPROGO TEMBUS RP96 MILIAR PER TAHUN

BELANJA ROKOK MASYARAKAT KULONPROGO TEMBUS RP96 MILIAR PER TAHUN

SAPA INDONESIA - NOMINAL belanja rokok di Kabupaten Kulonprogo,...
SETIAP DESA BERPOTENSI BENTUK BUMDES

SETIAP DESA BERPOTENSI BENTUK BUMDES

SAPA INDONESIA - SETIAP desa memiliki potensi untuk membentuk...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook