Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

SEMBILAN KECAMATAN DI ACEH SINGKIL TERTINGGAL

kemiskinan-sapa-desatertinggalsapa.or.id - Sebanyak sembilan dari sebelas kecamatan di Kabupaten Aceh Singkil, masih merupakan daerah tertinggal. Dalam sembilan kecamatan tertinggal tersebut, terdapat sedikitnya 58 desa berkategori miskin.

Fakta ini, disampaikan Bupati Aceh Singkil, Safriadi, Rabu (24/10) lalu, merujuk pada data Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT). Kondisi itu, harus segera diatasi, bila tidak akan berdampak buruk pada kesejahtraan masyarakat.

"Ini fakta dari kementerian daerah tertinggal di kita sembilan kecamatan dari 11. Berarti hanya dua kecamatan saja yang tak tertinggal," kata Bupati, didampingi Sekda HM Yakub KS, Kabag Humas dan Protokol Deny Oskandar.

Sembilan kecamatan yang di dalamnya terdapat 58 desa tertinggal, masing-masing, Kecamatan Pulau Banyak, Pulau Banyak Barat, Kuala Baru, Singkil Utara, dan Kecamatan Simpang Kanan. Kemudian Kecamatan Danau Paris, Suro, Singkohor dan Kecamatan Kota Baharu. "Dua kecamatan yang boleh disebut maju, Kecamatan Singkil karena merupakan ibukota kabupaten, dan Kecamatan Gunung Meriah," jelas Safriadi.

Menurut Safriadi, dalam lima tahun ke depan masa kepemimpinannya berkomitmen mengurangi jumlah kecamatan dan desa tertinggal, bahkan kalau bisa tidak ada lagi. Pola yang diambil dalam mengurai kemiskinan, dengan menitik beratkan pembangunan berbasis pedesaan.

"Diharapkan lima tahun masa kepemimpinan kami desa tertinggal dapat kita tuntaskan. Membangun desa disesuikan dengan kondisi wilayah. Lahan persawahan kita tidak akan kembangkan padi pada lahan air asin, karena tidak sesuai, begitu juga pada lahan lainnya sesuaikan dengan kondisi alam," ujar bupati.

 

Gebrakan 100 Hari

 

KEPEMIMPINAN Bupati-Wakil Bupati Aceh Singkil, Safriadi-Dulmusrid sejak dilantik, Selasa 17 Juli lalu, pada Rabu 24 Oktober, genap 100 hari. Gebrakan dalam kurun waktu tersebut, acap menjadi barometer rakyat menakar langkah strategi dan kebijakan yang diambil pimpinannya untuk mensejahterakan mereka.

Di antara yang sudah dilakukannya adalah memutasi kepala dinas, asisten, staf ahli, camat serta pejabat setingkat eselon III. Menurut Bupati Safriadi, reposisi birokrasi itu, merupakan salah satu gebrakan yang diambil dirinya. Mutasi diklaim sebagai solusi meningkatkan disiplin pegawai negerisipil (PNS) di jajarannya yang sangat mengkhawatirkan.

Terobosan lain, menuntaskan rencana tataruang dan wilayah (RTRW) yang belum selesai sejak tahun 2009. Mengusulkan program pembangunan beranggaran gemuk, masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) Gubernur Aceh, seperti pembangunan jalan Singkil-Trumon, Aceh Selatan dan pelabuhan.

Kemudian melobi pemerintah pusut, mengucurkan anggaran pembangunan kantor bupati, camat, jalan sentra prekonomian, serta kantor badan penanggulangan bencana daerah dari BNPB. Selain itu, membagikan lahan seluas 1.997,5 hektare yang dikeluarkan Nafasindo ke masyarakat yang memiliki alas hak jelas.


Sumber : Serambi Indonesia

Terpopuler

Terbaru

WONOSOBO TERPILIH JADI PERCONTOHAN OPEN DATA KEUANGAN DESA

WONOSOBO TERPILIH JADI PERCONTOHAN OPEN DATA KEUANGAN DESA

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Dalam Negeri memprediksi, alokasi...
DANA DESA STIMULASI PEMBENTUKAN 18.446 BUMDES

DANA DESA STIMULASI PEMBENTUKAN 18.446 BUMDES

SAPA INDONESIA - DANA desa sudah dicairkan sekira 95,54%. Sejak...
SLEMAN: 6 DESA BELUM REALISASIKAN BANTUAN

SLEMAN: 6 DESA BELUM REALISASIKAN BANTUAN

SAPA INDONESIA - PENYERAPAN Dana Desa (DD) di enam desa di...
MENDAGRI PERKIRAKAN DANA DESA 2018 CAPAI RP103 TRILIUN

MENDAGRI PERKIRAKAN DANA DESA 2018 CAPAI RP103 TRILIUN

SAPA INDONESIA - MENTERI Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo memperkirakan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook