penanggulangan kemiskinan, melawan pemiskinan, kemiskinan, angka kemiskinan, data kemiskinan, pengentasan kemiskinan, tkpk, IKRAR, pnpm mandiri SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

DATA TIDAK TERINTEGRASI, PELAYANAN BPJS SEMRAWUT

PENANGGULANGAN KEMISKINAN

kemiskinan-pemiskinan-bpjs-layanan

SAPA - Pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) baru saja dimulai. Namun keluhan telah datang terkait pelayanan jaminan kesehatan tersebut. Keluhan itu datang dari peserta Jaminan Pelayanan Kesehatan (JPK) Jamsostek yang justru tidak bisa mengakses pelayanan kesehatan setelah Jamsostek berubah menjadi BPJS Kesehatan. "Informasi itu disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti," kata Kepala Divisi Teknis Ketenagakerjaan BPJS Ketenagakerjaan, Endro Sucahyo.

Endro menyatakan setelah dilakukan penelusuran masalah tersebut berawal dari persoalan data yang berasal dari BPJS Ketenagakerjaan yang tidak terintegrasi dengan BPJS Kesehatan sehingga menyebabkan pelayanan BPJS menjadi semrawut.

Menurut Endro pihak BPJS Ketenagakerjaan yang sebelumnya merupakan PT Jamsostek (Persero) telah menyerahkan data terkait peserja Jamsostek terakhir tanggal 24 Desember 2013 kepada PT Askes (Persero) yang saat ini sudah berubah menjadi BPJS Kesehatan. Dia menambahkan data tersebut akan ditambahkan kembali per tanggal 16 Januari 2014.

Dia menjelaskan data tersebut merupakan data yang pada saat peralihan masih banyak pasien peserta JPK Jamsostek yang masih di rumah sakit. Misalnya, pasien yang sedang melahirkan harus menunggu anaknya lahir terlebih dahulu.

Sehingga tidak mungkin datanya diselesaikan pada saat masih di rumah sakit. Maka dari itu perlu menunggu peserta tersebut menyelesaikan administrasi. "Namun data yang tersisa itu hanya sekian nol koma sekian persen," kata Endro di Kantor BPJS Ketenagakerjaan, Senin (13/1).

Di tempat yang sama, Kepala Biro Pengembangan Informasi Teknologi BPJS Ketenagakerjaan, Romi Erfianto mengatakan pihaknya sudah memberikan data sebanyak 7 kali dengan melakukan konsolidasi dengan BPJS Kesehatan agar ada keselarasan operasional. Maka dari itu dibentuklah joint operational agar peneriman iuran dan data para peserta bisa dilihat secara langsung secara transparan dengan melalui program virtual account yang diselaraskan dengan perbankan.

Romi menjelaskan joint operation tersebut memudahkan iuran dengan virtual accout, Sehingga nantinya peserta dapat membayarkan ke seluruh bank-bank yang sudah bekerjasama seperti Bank BNI, Bank Mandiri, Bank Bukopin, dan Bank BRI. "Hampir 85 persen peserta BPJS Ketenagakerjaan sudah menggunakan virtual account," kata Romi.

Romi mengatakan secara teknologi data JPK sudah dialihkan secara bertahap. Bahkan master data berupa data tenaga kerja beserta keluargarganya dan fasilitas kesehatannya sudah diserahkan, mengingat BPJS Kesehatan sangat membutuhkan mapping terhadap penerimaan data tersebut.

Menurutnya banyaknya keluhan dari pasien JPK Jamsostek diakibatkan karena data tidak terakses ketika berobat. "Menurut kami hal itu sudah menjadi domain dari BPJS Kesehatan karena data tersebut secara resmi telah diserahkan," kata Romi.

gresnews dot com
                                                                   Penanggulangan Kemiskinan - Melawan Pemiskinan - Kemiskinan - Pengentasan Kemiskinan - TKPKD - Angka Kemiskinan - Data Kemiskinan - Musrenbang - PNPM Mandiri

Terpopuler

Terbaru

PKH MENDORONG ANAK-ANAK PENERIMA MANFAAT UNTUK BERPRESTASI

PKH MENDORONG ANAK-ANAK PENERIMA MANFAAT UNTUK BERPRESTASI

SAPA INDONESIA - PROGRAM Keluarga Harapan (PKH) yang menjadi...
CEGAH URBANISASI, INFRASTRUKTUR DESA PERLU DIGENJOT

CEGAH URBANISASI, INFRASTRUKTUR DESA PERLU DIGENJOT

SAPA INDONESIA - PEMBANGUNAN wilayah pedesaan dalam program...
RATUSAN DESA BELUM PUNYA BUMDES

RATUSAN DESA BELUM PUNYA BUMDES

SAPA INDONESIA - RATUSAN desa di Pamekasan belum memiliki badan...
DESA DIDORONG OPTIMALKAN PENYERAPAN DANA DESA

DESA DIDORONG OPTIMALKAN PENYERAPAN DANA DESA

SAPA INDONESIA - SAAT ini, masih ada satu desa di Boyolali,...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook