Kemiskinan, Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, Angka Kemiskinan, Data Kemiskinan, Pengentasan Kemiskinan, Musrenbang, TKPK, Pemberdayaan Masyarakat SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

SULITNYA MENGHILANGKAN KEMISKINAN KULTURAL

kemiskinan-pemiskinan-miskin-ntb

SAPA - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyatakan bahwa sulit sekali untuk menurunkan angka kemiskinan apalagi menghilangkan angka kemiskinan yang disebabkan oleh miskin secara kultural.

"Kalau miskin diakibatkan karena struktural masih bisa dihilangkan meski membutuhkan waktu yang agak lama, tapi kalau kultural ini yang sangat sulit, karena berkaitan dengan budaya lingkungan sekitar," tegas Soekarwo di Malang, Minggu.

Menurut Soekarwo, sulitnya menghilangkan kemiskinan kultural ini karena dipengaruhi oleh budaya setempat. Misalnya, bekerja dengan mendapatkan upah Rp20 ribu-Rp25 ribu/hari sebagai buruh tani, mereka sudah puas, yang penting bisa memenuhi kebutuhan pangannya pada hari itu.

Mereka, lanjutnya, tidak memikirkan hari berikutnya, apalagi untuk memenuhi kebutuhan lainnya selain pangan, seperti pendidikan anak-anaknya atau dana cadangan untuk kesehatan serta kebutuhan lainnya di luar kebutuhan primer.

Di Jatim, katanya, ada beberapa daerah yang masih cukup tinggi budaya seperti itu, seperti Situbondo, Bondoswoso dan beberapa kawasan di Probolinggo serta Jember. Padahal, budaya seperti ini yang memicu kemiskinan kultural dan sulit untuk dihapuskan.

Ia mengatakan berbeda dengan kemiskinan yang disebabkan oleh kultural, kemiskinan karena struktural ini masih bisa dicarikan solusinya, terutama dengan pemberian pelatihan berbagai keterampilan dan bantuan pinjaman lunak untuk modal usaha serta pendidikan.

Tahun 2009, katanya, angka kemiskinan di Jatim masih cukup tinggi, yakni mencapai 16,68 persen, namun dalam empat tahun terakhir ini sudah mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Data Maret 2013, angka kemiskinan di Jatim turun menjadi 12,55 persen atau ada penurunan sekitar 4 persen. Itu artinya, setiap tahun ada penurunan angka kemiskinan rata-rata sekitar satu persen.

Salah satu penopang menurunnya angka kemiskinan di Jatim, ujar Soekarwo, adalah tumbuhnya industri kecil yang cukup pesat. "Industri kecil juga turut andil dalam menurunkan angka kemiskinan di provinsi ini, bahkan mereka tetap bertahan di tengah badai dan lesunya perekonomian Indonesia beberapa waktu lalu," ujarnya.

iyaa dot com

Terpopuler

Terbaru

KUTUH DIJADIKAN “ROLE MODEL” PEMBANGUNAN DESA DI BADUNG

KUTUH DIJADIKAN “ROLE MODEL” PEMBANGUNAN DESA DI BADUNG

SAPA INDONESIA - WAKIL Bupati Badung, Ketut Suiasa, menegaskan...
PEMERINTAH BAKAL TAMBAH DANA DESA 10% DI TAHUN DEPAN

PEMERINTAH BAKAL TAMBAH DANA DESA 10% DI TAHUN DEPAN

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat...
KEMISKINAN BENGKULU DAN JANJI KPK YANG DILUPAKAN SANG GUBERNUR

KEMISKINAN BENGKULU DAN JANJI KPK YANG DILUPAKAN SANG GUBERNUR

SAPA INDONESIA - GUBERNUR BENGKULU Ridwan Mukti bersama istrinya,...
DANA DESA TAK KUNJUNG CAIR, KEPALA DESA BERANG PEMBANGUNAN TERHAMBAT

DANA DESA TAK KUNJUNG CAIR, KEPALA DESA BERANG PEMBANGUNAN TERHAMBAT

SAPA INDONESIA - PENCAIRAN Dana Desa di Kabupaten Purworejo...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook