Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

BPS: Kemiskinan DKI Capai 3,69 Persen

Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jumlah warga miskin di DKI Jakarta mencapai 3,69 persen berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada Maret 2012. "Jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta pada Maret 2012 sebanyak 363.020 orang atau 3,69 persen," kata Kepala BPS Suryamin di Jakarta, Ahad (26/8).

Data ini membantah pernyataan salah satu calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi yang menyebutkan persentase jumlah warga miskin di DKI Jakarta lebih dari 20 persen, beberapa waktu silam.

Sementara data resmi Statistik Provinsi DKI Jakarta Nomor: 30/07/31/Th.XIV tertanggal 2 Juli 2012, tercatat jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta pada Maret 2012 sebanyak 363.020 orang (3,69 persen). Jumlah itu menurun dibandingkan data Maret 2011 yang berada pada angka 363.042 orang atau 3,75 persen.

Suryamin juga menanggapi pernyataan Jokowi terkait kategori warga mendekati miskin dengan miskin adalah sama. Menurut Kepala BPS, kategori mendekati miskin dengan miskin berbeda. "Kategori hampir miskin adalah pengeluaran per kapitanya 20 persen di atas garis kemiskinan," ujar Suryamin seraya menambahkan kategori hampir miskin rentan menjadi miskin.

Dia juga menjelaskan parameter kategori penduduk miskin di DKI Jakarta yang memiliki penghasilan kurang dari Rp300.000 per bulan. Menurutnya, pendapatan garis kemiskinan tercatat meningkat dalam kurun satu tahun sebesar 6,63 persen.

"Pada Maret 2011, jumlahnya mencapai Rp355.480 per kapita per bulan meningkat menjadi Rp379.052 per kapita per bulan pada Maret 2012," ungkapnya.

BPS juga menentukan garis kemiskinan makanan dan non makanan, serta perkembangan harga komoditi, seperti kebutuhan bahan pokok.

"Perhitungan garis kemiskinan pun tidak tetap selamanya sesuai dengan perubahan inflasi karena garis kemiskinan ditentukan komoditi makanan dan non makanan," tutur Suryamin.

Sementara menurut Humas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Cucu AK, menambahkan metode penghitungan BPS lebih akurat sesuai kondisi jumlah warga miskin di DKI Jakarta dan tercatat sebagai data nasional.(ANT/AIS)


Sumber : liputan6.com

Terpopuler

Terbaru

KESENJANGAN EKONOMI JOGJA BISA BERBUNTUT KONFLIK SOSIAL

KESENJANGAN EKONOMI JOGJA BISA BERBUNTUT KONFLIK SOSIAL

SAPA INDONESIA - KETIMPANGAN ekonomi atau gini ratio DIY yang...
VALIDASI DATA KEMISKINAN HARUS DIDUKUNG SDM DAN ANGGARAN

VALIDASI DATA KEMISKINAN HARUS DIDUKUNG SDM DAN ANGGARAN

SAPA INDONESIA - MENCERMATI fenomena angka kemiskinan yang...
BELANJA ROKOK MASYARAKAT KULONPROGO TEMBUS RP96 MILIAR PER TAHUN

BELANJA ROKOK MASYARAKAT KULONPROGO TEMBUS RP96 MILIAR PER TAHUN

SAPA INDONESIA - NOMINAL belanja rokok di Kabupaten Kulonprogo,...
SETIAP DESA BERPOTENSI BENTUK BUMDES

SETIAP DESA BERPOTENSI BENTUK BUMDES

SAPA INDONESIA - SETIAP desa memiliki potensi untuk membentuk...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook