Undang Undang Desa, Kemiskinan, Dana Desa, Pendamping Desa, BUMDes, Pemerintahan Desa, Sistem Informasi Desa, Kesejahteraan, Gerakan Desa SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

PADAT KARYA TUNAI ALIRKAN UANG KE DESA

pembangunan-desa-tunaiuangmengalir

SAPA INDONESIA - PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan program padat karya tunai yang dilaksanakan di berbagai daerah dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

"Kita harapkan dengan padat karya tunai ini peredaran uang di desa meningkat, konsumsi dan daya beli juga meningkat. Di seluruh Lampung ada 151 titik dimulai seperti ini," ujar Presiden Jokowi ketika meninjau pelaksanaan program padat karya tunai di Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, kemarin.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menyebutkan sebanyak 150 petani pekerja terlibat dalam program padat karya tunai yang akan membangun dan meningkatkan saluran irigasi tersier atau pemeliharaan saluran irigasi sekunder sepanjang 150 meter per lokasi.

Yang dikerjakan ialah membangun irigasi dan juga seperti di tempat lain, pembayaran pekerjanya langsung dilakukan mingguan. Pembantu tukang Rp80.000 per hari dan tukangnya Rp100.000 per hari.

Dengan ada program ini, Presiden mengharapkan adanya peningkatan daya beli masyarakat di desa tersebut. Sebelumnya saat berkunjung ke Provinsi Jawa Barat, Presiden juga melihat pelaksanaan padat karya tunai.

Setidaknya terdapat 721 program di provinsi tersebut. Presiden menggarisbawahi yang terpenting ialah membuka lapangan pekerjaan.

Korporatisasi petani

Presiden juga menyaksikan langsung pengembangan Kawasan Transmigrasi (KTM) yang diciptakan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan mengunjungi salah satu KTM, yaitu KTM Mesuji, Lampung.

KTM Mesuji merupakan salah satu dari 13 KTM yang menjadi perhatian Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) untuk dikembangkan sebagai lumbung beras Indonesia.

Untuk itu diluncurkan Program Pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) Terintegrasi di KTM.

Kementerian Desa menggandeng PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI untuk mewujudkan korporatisasi petani dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Presiden Jokowi berpesan agar petani berkonsolidasi dalam kelompok besar agar dapat mengelola hasil pertanian dalam kapasitas besar. Langkah itu diperlukan agar daya saing petani menjadi lebih kuat.

"Kembangkan orientasi pasar. Ja-ngan menjual hanya terpaku di satu provinsi, tetapi juga ke provinsi lain bahkan ekspor. Anak-anak mudanya bisa ikut membantu dengan menjual secara online," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama BNI Achmad Baiquni menjelaskan Program Kewirausahaan Pertanian Terintegrasi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dengan mengintegrasikan seluruh sektor, mulai dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) hingga Perbankan.

BUM Desa memiliki peranan yang penting dalam Kewirausahaan Pertanian Terintegrasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Saat ini, BNI telah mengembangkan 19 BUMDes di Mesuji yang telah memiliki aktivitas usaha.

Sumber: Media Indonesia dot com

Di dukung oleh KKI PK (www.kkipk.org)

Terpopuler

Terbaru

BEDAH KEMISKINAN DAN OPTIMALISASI PEMANFAATAN ALSINTAN

BEDAH KEMISKINAN DAN OPTIMALISASI PEMANFAATAN ALSINTAN

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH melalui Kementerian Pertanian membuat...
MELEPAS BELENGGU KAPITALISME DANA DESA

MELEPAS BELENGGU KAPITALISME DANA DESA

SAPA INDONESIA - DANA desa sebagai salah satu kebijakan belanja...
PRESIDEN HARAP PENINGKATAN DANA DESA DAPAT TINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA

PRESIDEN HARAP PENINGKATAN DANA DESA DAPAT TINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA

SAPA INDONESIA - PRESIDEN Joko Widodo membuka Rapat Koordinasi...
PROGRAM PADAT KARYA TUNAI DIPERKIRAKAN SERAP 5 JUTA TENAGA KERJA

PROGRAM PADAT KARYA TUNAI DIPERKIRAKAN SERAP 5 JUTA TENAGA KERJA

SAPA INDONESIA - PENGGUNAAN dana desa 2018 wajib dilaksanakan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook